Thursday, December 20, 2012

imunisasi



MAKALAH

IMUNISASI TT pada IBU HAMIL

STIKES-KNG










Nama : Rohma Dwi Maslakah           (120701093)









PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN KELAS 1-B
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG
2012/2013
Kata Pengantar

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah tugas Bahasa Indonesia “Imunisasi TT pada Ibu hamil”.
       Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
       Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu, kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.




Jombang, 8 Desember 2012


                                                                                                                                                                         Penyusun
                                                                                                                  











Daftar Isi


























BAB I
 PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Masa masa kehamilan adalah masa yang membahagiakan bagi pasangan suami istri, apalagi bagi pasangan muda atau baru saja menikah saat saat kehamilan adalah saat yang sangat ditunggu tunggu pastinya. saat seperti ini adalah saatnya sang ibu juga berganti penampilan. Ibu hamil juga harus menjaga kesehatannya dan ibu hamil mempunyai kebutuhan pada saat hamil.
Imunisasi adalah pemberian vaksin pada tubuh seseorang untuk memberikan perlindungan kepada kekebalan tubuh. Sangat penting untuk mencoba menghindari pajanan infeksi yang dapat berbahaya bagi ibu dan janin selama kehamilan. Vaksinasi juga penting dilakukan bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Imunisasi yang rutin dilakukan selama kehamilan sebaiknya ditunda sampai triwulan kedua atau ketiga karena kemungkinan teratogen (membuat cacat) bagi janin.
Waktu terbaik untuk membicarakan tentang imunisasi adalah ketika sedang merencanakan kehamilan. Apabila ketika sedang hamil seorang wanita terkena penyakit tertentu maka tergantung dari situasinya, apakah akan diberikan vaksinasi dipertimbangkan dari untung dan ruginya.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.     Apa yang dimaksud imunisasi TT ?
2.    Apa manfaat imunisasi TT untuk wanita hamil ?
3.    Apa saja jenis imunisasi yang dibutuhkan wanita hamil ?
4.    Apa efek samping pemberian imunisasi TT pada wanita hamil ?

C.   TUJUAN PENULISAN
1.     Untuk mengetahui pengertian imunisasi TT
2.    Untuk mengetahui manfaat pemberian imunisasi untuk wanita hamil
3.    Untuk mengetahui jenis imunisasi yang dibutuhkan wanita hamil
4.    Untuk mengetahui efek samping pemberian imunisasi TT pada wanita hamil


BAB II

PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN IMUNISASI TT

Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Bidanlia, 2010). Vaksin jerap TT (Tetanus Toksoid) adalah vaksin yang mengandung toksoid tetanus yang telah dimurnikan dan terabsorpsi kedalam 3 mg/ml aluminium fosfot.  Thimersol 0,1 mg/ml digunakan sebagai pengawet.  Satu dosis 0,5 ml vaksin mengandung potensi sedikitnya 40 IU dipergunakan untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir dengan mengimunisasi WUS atau ibu hamil, juga untuk pencegahan tetanus pada ibu bayi (Depkes RI, 2006).

B.    MANFAAT IMUNISASI TT

1.   Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
2.    Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000) Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004).
C.   JUMLAH dan DOSIS PEMBERIAN IMUNISASI

Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk, 2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).
1.  Kemasan
a)  1 bok vaksin terdiri dari 10 vial.
b)  1 vial berisi 10 dosis.
c)  Vaksin TT berbentuk cairan.

2.  Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2
Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000).
3.  Jadwal pemberian
a)    TT 1, diberikan dengan dosis 0,5 cc.
b)    TT 2, jarak pemberian 4 minggu setelah TT 1, dapat memberikan perlindungan selama 3 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
c)    TT 3, jarak pemberian 6 bulan setelah TT 2, masa perlindungan 5 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
d)    TT 4, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 3, masa perlindungan 10 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
e)    TT 5, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 4, masa perlindungan 25 tahun, dosis pemberian 0,5 cc.
D.    IMUNISASI yang DIBUTUHKAN WANITA HAMIL
1.      Tetanus   (Tetanus Toksoid)    : vaksin ini dianjurkan pada wanita hamil untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi) dan sebaiknya diberikan pada wanita yang tidak melengkapi 3 kali imunisasi dasar atau 10 tahun boster
2.      Hepatitis B   : untuk wanita dengan risiko tinggi Hepatitis B (memiliki > 1 pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir, memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual, penggunaan narkoba suntik)
3.      Influenza (Inaktif)   : vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu hamil namun sebaiknya diberikan setelah minggu ke-14.
4.      Jenis imunisasi yang dipertimbangkan diberikan pada wanita hamil dengan pajanan infeksi spesifik:
a)      Pneumokokus : diberikan pada triwulan kedua atau ketiga pada wanita dengan risiko tinggi infeksi pneumokokus atau dengan penyakit kronik (wanita dengan gangguan jantung, paru, atau penyakit hati; penurunan kekebalan tubuh; diabetes)
b)      Rabies  : direkomendasikan bagi mereka yang terpajan dengan rabies
c)      Hepatitis A          : belum banyak penelitian mengenai keamanan imunisasi ini selama kehamilan, namun risikonya rendah (karena vaksin berasal dari virus inaktif)
d)     Vaksin Polio Oral & Vaksin Polio Inaktif.
5.      Jenis imunisasi yang tidak direkomendasikan pada wanita hamil :
a)       MMR (Mumps, Measles, Rubella) : merupakan kontraindikasi bagi kehamilan karena kemungkinan risiko kelainan bawaan pada janin. Wanita sebaiknya menunggu selama 3 bulan sebelum hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini
b)       Varisela    : tidak dianjurkan selama kehamilan karena kemungkinan infeksi varisela pada janin (vaksin merupakan virus hidup). Diberikan minimal 1 bulan sebelum kehamilan
c)       HPV (Human Papiloma Virus)  : memiliki kaitan efek samping terhadap janin dan ibu hamil. Data vaksinasi pada wanita hamil terbatas.
Cara Pemberian:
a)      Vaksin dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya agar suspensi menjadi homogen.
b)      Penyuntikkan vaksin TT untuk mencegah tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml dengan interval 4 minggu. Dilanjutkan dengan dosis ketiga setelah 6 bulan berikutnya. Untuk mempertahankan terhadap tetanus pada wanita usia subur, maka dianjurkan diberikan 5 dosis. Dosis ke empat dan ke lima diberikan dengan interval minimal 1 tahun setelah pemberian dosis ke tiga dan ke empat.
c)       Imunisasi TT dapat diberikan secara aman selama masa kehamilan bahkan pada trimester pertama.
d)     Di unit pelayanan statis: vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu, dengan ketentuan: vaksin belum kadaluawarsa, vaksin disimpan dalam suhu 2 dan 8 derajat Celcius, tidak pernah terendam air, terjaga sterilitasnya, tidak beku, VVM masih dalam kondisi A atau B.
e)      Di posyandu: vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi.


E.      EFEK SAMPING IMUNISASI
Efek samping bervariasi baik reaksinya maupun waktu terjadinya efek samping.
1.      Hepatitis A    : nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, reaksi alergi.
2.      Hepatitis B   : nyeri di tempat suntikan, demam.
3.      Influenza    : kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang dapat berlangsung hingga 2 hari, demam.
4.      Tetanus-difteri  : demam, nyeri dan bengkak di tempat suntikan.
5.      MMR   : rash, pembengkakan kelenjar getah bening leher, nyeri dan kaku pada sendi 1 atau 2 minggu setelah vaksinasi.
6.      Varisela  : demam, nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, rash sampai 3minggu setelah imunisasi.
7.      Pneumokokus           : demam, nyeri di tempat suntikan.
8.      Vaksin Polio Oral      : tidak ada.
9.      Vaksin Polio Inaktif  : kemerahan, rasa tidak nyaman di tempat suntikan.
Yang harus diperhatikan:
a.       Semua vaksin yang mengandung bakteri / virus hidup tidak dianjurkan bagi wanita hamil, kehamilan sebaiknya dicegah untuk 28 hari setelah penyuntikan vaksin hidup (varisela, MMR, BCG) namun vaksinasi virus hidup < 28 hari sebelum kehamilan bukan alasan untuk mengakhiri kehamilan
b.      Vaksin virus / bakteri mati dapat diberikan pada wanita hamil namun waktu ideal untuk pemberian tergantung dari waktu konsepsi.
c.    Kehamilan tidak mengganggu efisiensi dari vaksin.

















BAB III
PENUTUP
A. KESIMPILAN
A.  KESIMPULAN
Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harus diperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil diantaranya meliputi istirahat/tidur dimana pada ibu hamil dianjurkan untuk merencanakan periode istirahat terutama saat hamil tua.
Kemudian imunisasi yaitu yang merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang, imunisasi pada ibu hamil yaitu Tetanus Toksoid.

       Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang kemudian menyerang sistem saraf pusat. Bakteri ini secara umum terdapat ditanah, jadi ia bisa ditemukan pada debu, pupuk, kotoran hewan, dan sampah. Tetanus ini menyerang siapa saja, anak – anak juga orang dewasa. Bahkan bayi baru lahir sekalipun, yang bisa berakibat fatal. Penyakit yang menyerang bayi itu biasa disebut Tetanus neonatorum.
                    
B.  SARAN
        Setelah membaca dan memahami materi tentang Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada Ibu Hamil yanng ada pada makalah ini diharapakan Kita sebagai tim tenaga kesehatan mampu melakukan asuhan kepearawatan prosedur asuhan keperawatan yang sesuai dan menggunakan alat-alat yang steril untuk menghindari terjadinya infeksi tetanus pada bayi yang baru dilahirkan.
            Sedangkan bagi Ibu Hamil dan keluarga diharapkan memilki kesadaran untuk berpatisipasi aktif dalam kegiatan Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) karena Imunisasi ini juga penting bagi mereka untuk mencegah kemungkinan terjadinya infeksi tetanus pada bayi yang akan dilahirkan.




No comments:

Post a Comment

Post a Comment